membenamkan harga dirinya dalam lubang-lubang iblis

Terasa indah bila berguru pada kenyataan, melihat mendengar dan merasakan betapa kelam dan pekatnya hidup ini.

Kadang kedengkian , keserakahan  dan kemunafikan menjadi debu di beberapa helaian kertas putih bahkan lebih.

Sepintas kulihat senyum manis pada sampul yang tergambar raut wajah-wajah manis dibaluti kain sutra mahal dari rajutan orang-orang yang tak dianggap manusia

Sungguh ironis ketika tapak-tapak kaki itu menginjak dan membenamkan harga dirinya dalam lubang-lubang iblis.

Seolah-olah dia akan hidup kekal abadi, jauh dari kematian, jauh dari siksaan.

Tampak terlihat jelas mahkota kehormatan yang bertahtakan penghiatan, kedengkian dan kebencian.

Etah berapa banyak jiwa yang terlepas dari jasadnya terhipnotis akan rayuan dan janji manis yang seharusnya mejadi Jembatan kemenangan.

Begitu percaya diri sang pendusta menutup mata dan menulikan telinganya seakan tak hirau akan lambaian keras sekelompok orang dengan jari tengah berada tepat dibelakangnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: