seolah-olah hina padahal kenyataan memang benar-benar hina.

Di dalam hati k uterus tertawa sedikit tersenyum melihat tingkahmu yang selalu berdusta,
rela memupuk kebohongan demi satu ambisi.
Dengan suara parau sedikit gagap mencoba meraih simpti seolah-olah menjadi hina padahal dalam kenyataan memang benar-benar hina.
Sedikit gerakan tangan dan sedikit  pancaran mata keluguan meyakikan kita bahwa semua serasa disurga.

Berkali-kali di ulangnya kata-kata itulah aku, itulah aku sambil membusungkan dada.
Ku tahu selantangnya suara mu, setegapnya dadamu tetap membuat hati dan jantungmu gemetar, takut akan lubernya kebusukan takut akan luluhnya kebohongan dan takut akan kehilangan dia.
Dia… ya dia… yang selalu menjadi tameng dalam hidupmu yang selalu menaungimu jika dirimu kepanasan dan dia juga yang selalu memberimu seteguk air keperayaan yang selam ini engkau hianati.

Sadarlah kawan….. memang keadaan mengendalikan dirimu tuk menuju arah itu tapi jangan kau pantulkan harapanya kearah yang tak pasti. Jangan kau korbankan dirinya dan teman-teman terbaikmu demi meraih ambisi sesaatmu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: