meneriakan arti kehidupan yang dipercayakan tuhan kepadanya

Hidup hanya sekali, tapi penderitaan datang berkali-kali, mungkin ini yang dapat di ungkapkan oleh seorang pria muda yang mulai berajak dewasa dengan pakaian yang penuh debu serta alas kaki yang mulai menipis

tak tersa tumit sesekali menyentuh panasnya jalan-jalan yang dilewati terus berlari meneriakan dengan sura lantang arti kehidupan yang dipercayakan tuhan kepadanya.

mencoba terus untuk tetap mendongakan kepala menantang panasnya matahari walaupun sesekali panas itu memburamkan pandangan, akankah di setiap jalan yang dilewati terdapat percikan warna-warna kehidupan yang lain membaur, menyatu dengannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: